Setiapbuku yang di karang oleh Sapardi Djoko Damono pasti akan memberikan sesuatu yang berbeda saat membacanya. Seperti buku "Melipat Jarak" yang berisi kumpulan sajak sejak tahun 1995 hingga 2015 karya Sapardi Djoko Damono, salah satu judul puisinya yang paling menarik yaitu Sajak-sajak kecil tentang cinta yang isinya adalah :
SajakTafsir Karya: Sapardi Djoko Damono Kau bilang aku burung? Jangan sekali-kali berkhianat kepada sungai, ladang, dan batu. Aku selembar daun terakhir yang mencoba bertahan di ranting yang membenci angin. Aku tidak suka membayangkan keindahan kelebat diriku yang memimpikan tanah, tidak mempercayai janji api yang akan menerjemahkanku
TRIBUNJATENGCOM - Puisi Sajak Tafsir Sapardi Djoko Damono: Sajak Tafsir Kau bilang aku burung? Jangan sekali-kali berkhianat kepada sungai, ladang, dan batu Aku selembar daun terakhir yang mencoba
7puisi karya Sapardi Djoko Damono yang paling populer Banyak karya sastra Indonesia yang merupakan hasil tulisan tangan para penulis Indonesia, salah satunya Prof. dr. DR. Sapardi Joko Damono. Mungkin pecinta sastra Indonesia tahu namanya, ya, seorang penyair Indonesia yang lahir pada 20 Maret 1940 di Surakarta.
sajaktafsirkarya Sapardi Djoko DamonoKau bilang aku burung?Jangan sekali-kali berkhianatkepada sungai, ladang, dan batuAku selembar daun terakhiryang mencob
Puisipertama karya Sapardi Djoko Damono yang akan kita bahas yaitu puisi berjudul "Aku Ingin". "Aku ingin mencintaimu dengan sederhana dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu. Aku ingin mencintaimu dengan sederhana dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada."
aR3SO8. - Puisi "Hanya" adalah salah satu puisi karangan Sapardi Djoko Damono, seorang penyair ternama asal Indonesia. Selain "Hanya", beberapa karya terkenal milik Sapardi Djoko Damono adalah "Hujan Bulan Juni", "Aku Ingin", "Menjenguk Wajah di Kolam", dan "Yang Fana Adalah Waktu".Isi puisi "Hanya" karya Sapardi Djoko Damono Dilansir dari buku Membangun Cinta di Surga 2022 oleh Khairul Azzam, berikut isi puisi "Hanya" milik Sapardi Djoko Damono Hanya suara burung yang kaudengardan tak pernah kaulihat burung itutapi tahu burung itu ada di sana Hanya desir angin yang kaurasadan tak pernah kaulihat angin itutapi percaya angin itu di sekitarmu Hanya doaku yang bergetar malam inidan tak pernah kaulihat siapa akutapi yakin aku ada dalam dirimu Baca juga Makna Puisi Burung Hitam Karya RendraMakna puisi "Hanya" karya Sapardi Djoko Damono Secara garis besar, makna puisi "Hanya", yakni rentang kerinduan seseorang. Hal itu tergambar jelas dalam tiga bait puisi di atas. Puisi ini menceritakan sesosok orang yang kita rindukan, namun tidak bisa dilihat. Kita hanya bisa mendengar suara atau merasakan kehadirannya. Dikutip dari jurnal Gaya Bahasa pada Puisi "Hanya" Karya Sapardi Djoko Damono 2022 oleh Ilda Hilda, puisi "Hanya" menggunakan gaya bahasa repetisi pengulangan. Sehingga memberi kesan penekanan pada konteks makna yang ingin disampaikan penyair. Gaya bahasa itu terlihat pada kata "hanya", "dan tak pernah", serta "tapi". Untuk memperkuat maknanya, Sapardi Djoko Damono juga menggunakan majas simile, metafora, personifikasi, sarkasme, dan sinisme. Baca juga Makna Puisi Doa karya Chairil Anwar Penggunaan gaya bahasa yang dipadukan dengan pemilihan kata yang tepat membuat puisi ini makin terlihat indah. Kesimpulannya, makna puisi "Hanya" adalah kerinduan terhadap orang atau sosok yang tidak bisa kita lihat. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mari bergabung di Grup Telegram " News Update", caranya klik link kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.