AlKaromah - Thola'al Badru 'Alaina & La Ilaha Ilallah; Al Makhfudz - Thola'al Badru 'Alaina & Ji'nadunya; Ahmad Ya Habibi โข Alfa Sholalloh Allahu Allah Allahu Allah. Allohumma Sholli Assalamu'alaik Birosulillah โข Birosulillah. Al Hidayah PLM Juwana Pati, Jateng - Haul Syekh Mu Khudzuni (Training) Maulidul Hadi (Training) Habib
SyaikhAhmad al-Badawi wafat pada tahun 675 H. Ia telah menjalankan tugasnya dengan baik. Ia meramaikan banyak tempat dan beberapa menara, ia mempersiapkan makanan untuk orang-orang fakir dan orang yang memiliki tanda-tanda kefakiran. Syaikh al-Badawi memerintahkan untuk mengecilkan takaran rotinya, disesuaikan dengan keadaan. Beliau juga memerintahkan kepada orang-orang fakir yang tingkah
Melihatbiografi Syekh Abdul Wahab Rokan dapat kita lacak dari Tanjung Pura adalah sebuah kota di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara yang pernah menjadi pusat penyebaran agama Islam. Beserta Karomah yang Dimilikinya. Sosok . Biografi Syekh Abdul Wahab Rokan (1830-1926 M) Beserta Karomah yang Dimilikinya. Biografi, Tokoh - Enol Writer.
SyaikhAhmad Badawi keturunan Rasulullah SAW melalui sayyidina Husein r.a. Pihak ibunya juga keturunan Rasulullah SAW.Nenek dari pihak ibunya adalah keturunan raja yang pernah memerintah maroko. Waliyullah yang dilahirkan pada 596 H di Fez, Maroko ini meninggal dunia pada selasa 12 Rabiul Awal 675 H dalam usia 79 tahun di kota Tantha atau
SyaikhAhmad Badawi Setiap hari, dari pagi hingga sore, beliau menatap matahari, sehingga kornea matanya merah membara. Syekh Abu Abdillah Asy-Syathibi berkata, "Aku setiap malam banyak membaca Radiyallahu 'an Asy-Syekh Abul Hasan dan dengan ini aku berwasilah meminta kepada Allah swt apa yang menjadi hajatku, maka terkabulkanlah apa
ShalawatSyekh Abdul Qodir Jailani. Shalawat Taktsir Rizqi. Kitab ini sampai sekarang masih tersimpan dimasjidnya di Tantha.Sepanjang hidupnya beliau terkenal memiliki banyak karomah.Diantara amalan syaikh Ahmad Badawi yang masih populer dan diamalkan umat islam diseluruh dunia adalah Shalawat An-Nur dan shalawat Al-Qabdlah yang dikenal
KaromahAhmad Badawi Kendati karomah bukanlah satu-satunya ukuran tingkat kewalian seseorang, tidak ada salahnya disebutkan beberapa karomah Syaikh Badawi sebagai petunjuk betapa agungnya wali yang satu ini. Al-kisah ada seorang Syaikh yang hendak bepergian.
KONSEPTENTANG KAROMAH. Karomah sesungguhnya merupakan istilah yang tidak asing bagi umat muslim, dimana karomah ini merupakan bagian dari agama Islam. Oleh karena hal tersebut, maka Ahlus Sunnah Wal Jama'ah mempercayai adanya karomah yang dimana karomah ini datangnya dari sisi Allah. Karomah ini, mau tidak mau akan membentuk kharisma
AL'ARIF BILLAH SAYYIDUNAL IMAM AL-HABIBAHMAD MASH-HUR BIN TAHA AL-HADDAD Rady Allahu Anhu A Tazkira by Siddiq Osman Noormuhammad. Our beloved Shaykh Al-Habib Ahmad Mash-hur bin Taha al-Haddad, Rady Allahu 'Anhu (1325-1416 A.H) inherited everything from his noble ancestor, Sayyidunal Imam Al-Habib Mawlana Abdallah bin 'Alawi al-Haddad, Rady Allahu 'Anhu (1044-1132 A.H).
ุฅูุชููุจูููููููุนูุทูููููููุฑููููู ุงููููููููุฏูู * ููููุง ููุถูุฑูููู ูููููุฉู ุงูุณููุงูููููููู * ููุฅููููุงูู ููุทูุฑููููู ุงูุถููููุงููุฉู * ููููุง ุชูุบูุชูุฑูู ุจูููุซูุฑูุฉู ุงููููุงูููููููู Bersungguh-sungguhlah dalam mengikuti Baginda Nabi Muhammad SAW, walaupun sedikit
RfFNq. Kota Fas beruntung sekali karena pernah melahirkan sang manusia langit yang namanya semerbak di dunia sufi pada tahun 596 H. Sang sufi yang mempunyai nama lengkap Ahmad bin Ali Ibrahim bin Muhammad bin Abi Bakar al-Badawi ini ternyata termasuk zurriyyah baginda Nabi Muhammad Saw, karena nasabnya sampai pada Ali Zainal Abidin bin Husain bin Ali bin Abi Talib kw, suami sayyidah Fatimah binti Sayyidina Nabi Muhammad Saw. Keluarga Badawi sendiri bukan penduduk asli Fas sekarang termasuk kota di Maroko. Mereka berasal dari Bani Bara, suatu kabilah Arab di Syam sampai akhirnya tinggal di Negara Arab paling barat ini. Di sinilah Badawi kecil menghafal Al-Qurโan, dan mengkaji ilmu-ilmu agama khususnya fikih madzhab Syafiโi. Pada tahun 609 H, ayahnya membawanya pergi ke tanah Haram bersama saudara-saudaranya untuk melaksanakan ibadah haji. Mereka tinggal di Makkah selama beberapa tahun sampai ajal menjemput sang ayah pada tahun 627 H dan dimakamkan di Maโla. Sang sufi yang selalu mengenakan tutup muka ini suatu ketika berkhalwat selama empat puluh hari tidak makan dan minum. Waktunya dihabiskan untuk meihat langit. Kedua matanya bersinar bagai bara. Sekonyong-konyong ia mendengar suara tanpa rupa. โBerdirilah!โ begitu suara itu terus menggema, โCarilah tempat terbitnya matahari. Dan ketika kamu sudah menemukannya, carilah tempat terbenamnya matahari. Kemudian.. beranjaklah ke Thantha, suatu kota yang ada di propinsi Gharbiyyah, Mesir. Di sanalah tempatmu wahai pemuda.โ Suara tanpa rupa itu seakan membimbingnya ke Iraq. Di sana ia bertemu dengan dua orang yang terkenal yaitu Syaikh Abdul Qadir al-Jilani dan Syaikh Ahmad ar-Rifaโi. โWahai Ahmadโ, begitu kedua orang itu berkata kepada Ahmad al-Badawi seperti mengeluarkan titah. โKunci-kunci rahasia wilayah Iraq, Hindia, Yaman, as-Syarq dan al-Gharb ada di genggaman kita. Pilihlah mana yang kamu suka.โ Tanpa disangka-sangka al-Badawi menjawab, โSaya tidak akan mengambil kunci tersebut kecuali dari Dzat Yang Maha Membuka. Perjalanan selanjutnya adalah Mesir, negeri para nabi dan ahli bait. Badawi masuk Mesir pada tahun 34 H. Di sana ia bertemu dengan al-Zahir Bibers dengan tentaranya. Mereka menyanjung dan memuliakan sang wali ini. Namun takdir menyuratkan lain, ia harus melanjutkan perjalanan menuju tempat yang dimaksud oleh bisikan ghaib, Thantha, satu kota yang banyak melahirkan tokoh-tokoh dunia. Di sana ia menjumpai para wali, seperti Syaikh Hasan al-Ikhnaโi, Syaikh Salim al-Maghribi dan Syaikh Salim al-Badawi. Di sinilah ia menancapkan dakwahnya, menyeru pada agama Allah, takut dan senantiasa berharap hanya kepada-Nya. Dalam perjalanan hidupnya sebagai anak manusia ia pernah dikenal sebagai orang yang pemarah, karena begitu banyaknya orang yang menyakiti. Tapi rupanya keberuntungan dan kebijakan berpihak pada anak cucu Nabi ini. Marah bukanlah suatu penyelesaian terhadap masalah, bahkan menimbulkan masalah baru yang bukan hanya membawa madarat pada orang lain, tapi diri sendiri. Diam, menyendiri, merenung, itulah sikap yang dipilih selanjutnya. Dengan diam orang lebih bisa banyak mendengar. Dengan menyendiri orang semakin tahu betapa rendah, hina dan perlunya diri ini akan gapaian tangan Yang Maha Asih. Dengan merenung orang akan banyak memperoleh nilai-nilai kebenaran. Dan melalui sikap yang mulia ini ia tenggelam dalam dzikir dan belaian Allah SWT. Laksana laut, diam tenang tapi dalam dan penuh bongkahan mutiara, itulah Syaikh Ahmad al-Badawi. Matbuli dalam hal ini memberi kesaksian, โRasulullah Saw bersabda kepadaku, โSetelah Muhammad bin Idris as-Syafiโi, tidak ada wali di Mesir yang fatwanya lebih berpengaruh daripada Ahmad al-Badawi, Nafisah, Syarafuddin al-Kurdi kemudian al-Manufi.โ Suatu ketika Ibnu Daqiq al-Id mengutus Abdul Aziz al-Darini untuk menguji Syaikh Ahmad al-Badawi dalam berbagai permasalahan. Dengan tenang dia menjawab, โJawaban pertanyaan-pertanyaan itu terdapat dalam kitab โSyajaratul Maโarifโ karya Syaikh Izzuddin bin Abdus Salam. Kendati karomah bukanlah satu-satunya ukuran tingkat kewalian seseorang, tidak ada salahnya disebutkan beberapa karomah Syaikh Badawi sebagai petunjuk betapa agungnya wali yang satu ini. Alkisah ada seorang Syaikh yang hendak bepergian. Sebelum bepergian dia meminta pendapat pada Syaikh Ahmad al-Badawi yang sudah berbaring tenang di alam barzakh. โPergilah, dan tawakkallah kepada Allah SWTโ, tiba-tiba terdengar suara dari dalam makam Syaikh Badawi. Syaikh Syaโrani berkomentar, โSaya mendengar perkataan tadi dengan telinga saya sendiri.โ Suatu hari Syaikh Badawi berkata kepada seorang laki-laki yang memohon petunjuk dalam berdagang, โSimpanlah gandum untuk tahun ini. Karena harga gandum nanti akan melambung tinggi, tapi ingat, kamu harus banyak bersedekah pada fakir miskin.โ Demikian nasehat Syaikh Badawi yang benar-benar dilaksanakan oleh laki-laki itu. Setahun kemudian dengan izin Allah kejadiannya terbukti benar. Pada tahun 675 H sejarah mencatat kehilangan tokoh besar yang barangkali tidak tergantikan dalam puluhan tahun berikutnya. Syaikh Ahmad al-Badawi, pecinta Ilahi yang belum pernah menikah ini beralih alam menuju tempat yang dekat dan penuh limpahan rahmat-Nya. Setelah beliau meninggal, tugas dakwah diganti oleh Syaikh Abdul Al sampai dia meninggal pada tahun 773 H. Beberapa waktu setelah kepergian wali pujaan ini, umat seperti tidak tahan, rindu akan kehadiran dan petuah-petuahnya. Maka diadakanlah perayaan hari lahir Syaikh Ahmad al-Badawi. Orang-orang datang mengalir bagaikan bah dari berbagai tempat yang jauh. Kerinduan, kecintaan, pengabdian mereka tumpahkan pada hari itu pada sufi agung ini. Hal inilah kiranya yang menyebabkan sebagian ulama dan pejabat waktu itu ada yang berkeinginan untuk meniadakan acara maulid. Tercatat satu tahun berikutnya perayaan maulid Syaikh Ahmad al-Badawi ditiadakan demi menghindari penyalahgunaan dan penyimpangan akidah. Namun itu tidak berlangsung lama, hanya satu tahun. Dan tahun berikutnya perayaan pun digelar kembali sampai sekarang.
๏ปฟKisah kita ini dimulai dengan mimpi seorang ibu hamil bernama Fathimah binti Muhammad bin Ahmad asy-Syarif di suatu malam. Ia bermimpi mendengarkan malaikat menyeru โBerbahagialah, engkau akan melahirkan seorang anak istimewa yang berbeda dengan yang lainโ. Tepat pada tahun 596 H, lahirlah seorang bayi laki-laki di kota Fes, Maroko. Sang bayi ini lahir dari keluarga yang adalah seorang putra bungsu dari seorang ulama bernama syekh Ali bin Ibrahim al-Husaini. Sang sufi ini bernasab lengkap Syekh Ahmad al-Badawi bin Ali bin Ibrahim bin Muhammad bin Abu Bakar bin Ismaโil bin Umar bin Ali bin Utsman bin Husain bin Muhammad bin Musa bin Yahya bin Isa bin Ali al-Hadi bin Muhammad al-Jawwad bin Hasan al-Askari bin Jaโfar bin Ali ar-Ridho bin Musa al-Kadzim bin Jaโfar ash-Shadiq bin Muhammad bin Ali bin Husain, putra Fathimah az-Zahrah binti Rasulillah. Di antara saudara-saudari dari Syekh Ahmad al-Badawi adalah al-Hasan, Muhammad, Fathimah, Zainab, dan Ruqayyah. Dahulu leluhurnya yang bernama Syekh Muhammad al-Jawwad beserta keluarganya meninggalkan kota Makkah karena penindasan yang dilakukan oleh Gubernur al-Hajjaj bin Yusuf terhadap para keturunan Rasulullah. Di kemudian hari, sebagian keturunan Syekh Muhammad al-Jawwad menetap di perkampungan Zaqaq al-Hajr kota Fes Maroko. Pada suatu malam yang dingin tepatnya malam senin tahun 603 H, Syekh Ali bin Ibrahim bermimpi, โWahai Ali, bagunlah dari tidurmu, pergilah bersama anak-anakmu ke kota Makkah, disana engkau akan menemukan rahasia serta kabar gembira.โ Ia pun menceritakan mimpinya kepada keluarga tercintanya. Perjalanan berat di mulai, selama 8 tahun lamanya sang sufi Ahmad al-Badawi yang masih kecil mengarungi perjalanan bersama keluarganya menuju kota Makkah. Syekh Ahmad al-Badawi belajar ilmu tajwid, fikih madzhab Syafiโi hingga ilmu Hadits kepada para ulama yang ada di kota Makkah. Selain itu, Syekh Ahmad al-Badawi juga belajar keahlian memanah, menggunakan pedang serta terkenal dengan sifat pemberani serta dermawan sehingga dijuluki dengan al-Attab, ahli berkuda yang hebat serta julukan Abul Futyan, yang sangat dermawan. Waktu berjalan sangat cepat, sang sufi syekh Ahmad al-Badawi telah berusia sekitar 31 tahun. Di usia yang matang ini, ia harus kehilangan sosok ayah yang menyayanginya. Dunia pun terasa jauh berbeda setelah wafatnya sang ayah. Kini, syekh Ahmad al-Badawi merasa telah waktunya untuk menempuh jalur sufi, jalur yang ditempuh oleh leluhurnya terdahulu. Ia pun memilih menyendiri di pegunungan Abu Qubais, pinggiran kota Makkah. Sang sufi mulai mengenaikan kain penutup wajah agar ia tak dikenali banyak orang. Kelak, ia dijuluki dengan al-Badawi karena kebiasaannya memakai kain penutup wajah sebagaimana layaknya orang arab pedalaman. Di gunung Abu Qubais inilah ia berguru kepada seorang sufi bernama syekh Bari, salah satu murid syekh Ahmad ar-Rifaโi. Suatu malam sang sufi bermimpi mendapatkan petunjuk Allah untuk hijrah menuju negeri Iraq, negeri para kekasih Allah. Sang sufi pun mengajak saudaranya yang bernama syekh Hasan untuk mengembara dengan misi yang mulia mencari guru menuju Allah. Perjalanan mulia ini tercatat dimulai pada tanggal 10 Muharram tahun 634 H. Kota Baghdad yang penuh dengan makam para kekasih Allah telah ia jelajahi. Bahkan, perkampungan Ummi Ubaidah dimana syekh Ahmad ar-RifaโI dimakamkan juga telah ia datangi. Hingga suatu malam, datanglah syekh Abdul Qadir al-Jailani beserta syekh Ahmad ar-RifaโI bertamu dalam mimpinya. โWahai Ahmad, kami datang kepadamu membawa kunci kewalian tanah Iraq, Yaman, India, Romawi, daerah timur dan barat di tangan kami. Kunci kewalian manapun yang engkau inginkan akan kami berikan,โ ujar syekh Abdul Qadir al-Jailani dan Syekh Ahmad Ar-Rifaโi. Syekh Ahmad al-Badawi dengan penuh kerendahan hati menjawab, โAku tak dapat mengambil kunci kewalian daerah manapun kecuali atas kunci yang Allah kehendaki untukku.โ Mimpi ini adalah sebuah pertanda kelak Syekh Ahmad al-Badawi akan mendapatkan derajat kewalian yang agung. Sebulan dua bulan tak terasa, kerinduan kepada kota Makkah al-Mukarramah membuncah. Sang sufi kembali ke tanah suci dengan ribuan kisah pengalaman yang tak ternilai harganya. Banyak dari kitab sejarah yang mencatat bahwa syekh Ahmad al-Badawi berguru secara langsung kepada syekh Abdul Qadir al-Jailani. Padahal, bila kita runut terpaut sedikit jauh masa hidup Abdul Qadir al-Jailani wafat pada tahun 561 H sedangkan syekh Ahmad al-Badawi lahir pada tahun 596 H. Sekitar setahun setelah kedatangannya kembali ke kota Makkah al-Mukarramah datanglah sebuah isyarat mimpi yang ajaib. Dalam mimpinya, ia mendengarkan perintah โBerangkatlah ke kota Thanta, kelak engkau akan mengajar para sufi di sana.โ Mimpi ini terulang hingga tiga kali. Kota Thanta atau yang dahulu dikenal dengan nama kota Thantuda adalah kota yang subur di bagian utara negara Mesir. Tepat pada bulan Ramadhan tahun 636 H, Syekh Ahmad al-Badawi datang di kota Thanta. Keberadaan Syekh Ahmad al-Badawi di kota Thanta terlihat sangat unik. Ia datang ke kota Thanta dan menetap di loteng rumah milik Ibnu Syuhaith. Berhari-hari hingga berbulan-bulan, Syekh Ahmad al-Badawi bertafakkur, membaca al-Qurโan, beribadah di loteng yang sunyi tanpa makan dan minum. Di loteng yang kini menjadi tempatnya bermunajat bersama Allah, ia banyak ditemani oleh muridnya yang bernama Syekh Abdul Ali yang kala itu masih usia remaja. Kelak, Syekh Abdul Ali inilah yang merapikan serta mengembangkan ajaran tarekat Syekh Ahmad al-Badawi. Metode dakwah yang dipakai Syekh Ahmad al-Badawi tergolong unik. Syekh Abdul Ali membawakan orang-orang yang yang ingin mendapatkan keberkahan Syekh Ahmad al-Badawi ke loteng. Kemudian, Syekh Ahmad al-Badawi akan menasehati dan mendoakan di loteng tanpa sedikitpun membuka penutup wajahnya. Tak ada satupun tamu yang mengetahui wajah asli sang sufi. Pernah suatu ketika seorang muridnya bernama Syekh Abdul Majid meminta untuk melihat wajah sang syekh. โWahai guruku, aku ingin melihat wajah muliamu agar aku mengenalmu, meskipun aku harus mati karena tak kuat melihat wajahmu,โ ujar Syekh Abdul Majid. Sang guru pun membuka penutup wajahnya. Tak lama kemudian, Syekh Abdul Majid terjatuh dan meninggal di tempat. Pernah suatu ketika Syekh Ibnu Daqiq Al-ied sebagai mufti tertinggi negara Mesir menyangsikan ajaran Syekh Ahmad al-Badawi. Maka, berkirim suratlah sang mufti kepada syekh Abdul Aziz ad-Daraini, salah satu tokoh ulama kota Thanta. โWahai syekh, ujilah keilmuan Syekh Ahmad al-Badawi, apabila engkau mengenalnya sebagai ahli ilmu maka mintakanlah doa untukku.โ Dihaturkanlah surat sang mufti kepada Syekh Ahmad al-Badawi. โWahai Abdul Aziz, katakanlah kepada sang mufti Wahai syekh, perbaikilah hiasan tulisan al-Qurโan yang terpampang di rumahmu, kesalahannya ada di sini, di sini, dan di sini. Begitu juga, ingatlah bahwa al-Qurโan yang engkau pakai memiliki kesalahan kepenulisan, satu di surat ar-Rahman dan satu di surat Yasin.โโ โWahai Abdul Aziz, katakanlah kepada sang mufti ู
ู ูุตู ุฅูู ู
ูุงู
ุชุณููู
ูุงุฒ ุจุฑูุงุถ ุงููุนูู
Barang siapa yang sampai pada derajat kepasrahan, niscaya ia akan beruntung mendapatkan taman surga.โโ Suatu ketika, karena sangat penasaran syekh Daqiq al-Ied datang secara langsung ke loteng Syekh Ahmad al-Badawi. Sang mufti agung ini terheran dengan keadaan Syekh Ahmad al-Badawi yang terlihat seperti seorang yang linglung. โSubhanallah, bagaimana mungkin masyarakat meyakini kemuliaan dan keramatnya orang ini. Tidak lah ia kecuali seperti orang gila,โ ujar Syekh Daqiq al-Ied. Maka, Syekh Ahmad al-Badawi pun menjawabnya dengan sebuah syair ู
ุฌุงููู ุฅูุง ุฃู ุณุฑ ุฌููููู
....... ุนุฒูุฒ ุนูู ุฃุนุชุงุจู ูุณุฌุฏ ุงูุนูู โSungguh termasuk orang-orang yang gila, tetapi rahasia kegilaannya sangat bernilai di ambang pintu rahmat Allah, akal manusia takluk di hadapannya.โ Kemudian, Syekh Ahmad al-Badawi memberikan banyak nasihat serta doa. Sang mufti agung Mesir, Syekh Daqiq el-ied pun terkagum-kagum serta meminta maaf atas kesalahannya. Di kemudian hari, Syekh Daqiq al-Ied menjadi seorang pengikut setianya. Pada akhir hayatnya, Syekh Ahmad al-Badawi mewasiatkan kepada Syekh Abdul Ali atas dasar-dasar tarekatnya yaitu; tidak boleh berbohong meskipun dalam hal kecil, tidak boleh melakukan perbuatan jahat dan keji, selu menjaga penglihatan mata dari hal yang dilarang Allah, selalu menjaga nama baik, menjadi pribadi yang pemaaf, selalu takut kepada Allah, selalu melanggengkan zikir dan tafakkur kepada Allah. Di kemudian hari, tarekat Syekh Ahmad al-Badawi dikenal dengan tarekat Ahmadiyyah. Sang sufi wafat pada tahun 675 H di kota Thanta. Di kemudian hari, peringatan wafat sang sufi diadakan setiap pertengahan bulan Oktober di kota Thanta selama seminggu penuh. Haul sang sufi adalah haul terbesar kedua di negara Mesir setelah haul Sayyidina Husain, cucu Rasulullah di kota Kairo Mesir. Pernah suatu ketika seorang sufi bernama Abu Ghaith bin Katilah dari daerah Mahallah Kubro merasa terheran-heran dengan meriahnya haul Syekh Ahmad al-Badawi. โAneh sekali, banyak manusia yang merayakan haul Syekh Ahmad al-Badawi. Seandainya saja mereka lebih mengutamakan ziarah ke makam Rasulullah daripada sekadar memeriahkan haul Syekh Ahmad al-Badawi,โ ujar Syekh Abu Ghaith dalam hati. Di dalam acara haul, Syekh Abu Ghaith diberi hidangan makanan yang berlimpah. Tak terasa, ada sebuah duri yang menyangkut di tenggorokannya. Setelah kejadian itu, Syekh Abu Ghaith merasa kesakitan tak sedikitpun ia merasakan nikmatnya makan, minum juga tidur. Tubuh Syekh Abu Ghaith pun kering kerontang bagaikan pelepah kurma. Setelah sembilan bulan lamanya, datanglah petunjuk dalam mimpi agar ia meminta maaf kepada Syekh Ahmad al-Badawi. Maka, ia ditandu oleh murid-muridnya menuju makam Syekh Ahmad al-Badawi. Belum selesai ia membaca surah Yasin, tiba-tiba keluarlah duri di tenggorokannya. Dengan izin Allah, Syekh Abu Ghaith sehat seperti sedia kala. Kisah ini dikutip dari Kitab At-Thabaqatul Kubra karya Syekh Abdul Wahhab asy-Syaโrani cetakan Darul Fikr, Beirut, Lebanon 2012 M, dan Kitab As-Sayyid Ahmad al-Badawi karya Dr. Abdul Halim Mahmud cetakan Dar al-Maโarif, Kairo, Mesir 2008 M. Ustadz Muhammad Tholhah Al-Fayadl, mahasiswa Fakultas Ushuluddin Universitas Al-Azhar, Kairo.
Syaikh Ahmad al-Badawi wafat pada tahun 675 H. Ia telah menjalankan tugasnya dengan baik. Ia meramaikan banyak tempat dan beberapa menara, ia mempersiapkan makanan untuk orang-orang fakir dan orang yang memiliki tanda-tanda kefakiran. Syaikh al-Badawi memerintahkan untuk mengecilkan takaran rotinya, disesuaikan dengan keadaan. Beliau juga memerintahkan kepada orang-orang fakir yang tingkah-lakunya dapat dipertanggungjawabkan, agar bermukim di beberapa tempat yang beliau telah tentukan. Tidak seorang pun bisa menentangnya. Seorang murid, Sayyid Yusuf Ra, kemudian meminta ayahnya Sayyid Ismail al-Inbaby agar bermukim di Inbababah. Lalu Sayyid Ahmad Aba Thurthur agar bermukim di Tijah Inbabah, Sahara. Adapun Sayyid Abdullรขh al-Jaizy bermukim di Sahara kota Jizah, sedangkan Sayyid Wahib bermukim di Barsyum al-Kubro. Sayyid Yusuf Ra menjadi rujukan pemerintah dan tokoh-tokoh Mesir. Beliau hidangkan makanan yang tidak mampu dilakukan oleh umara pemerintah. Pada suatu hari Syaikh Ahmad Abu Thurthur berkata kepada sahabatnya โMarilah pergi kepada saudaraku Yusuf untuk melihat kegiatannyaโ al-Thabรขqat al-Kubrรข, halaman 261. Di antara karomah yang dimiliki oleh Syaikh Ahmad al-Badawi adalah Beliau bisa mendengarkan ucapan ahli kubur, sebagimana redaksi di bawah ini ุฃูููููู ุดูุงููุฑููู ุดูููุฎู ู
ูููุงู
ููู ุนูููู ุงูุณููููุฑู ุจูุญูุถูููุฑู ุงูุดููููุฎู ุนูุจูุฏู ุงูููููููุงุจู ุงูุดููุนูุฑูุงููููุ ููููุงูู ูููู ู
ููู ุงููููุจูุฑู ุณูุงููุฑู ููุชูููููููู ุนูููู ุงูููู. ููุงูู ุงูุดููููุฎู ููููุฐูุง ุณูู
ูุนูุชููู ุจูุฃูุฐููููู Bahwasannya beliau mampu bermusyawarah dengan Syaikh Abd Wahab al-Syaโrawi yang berada dalam kubur, beliau berkata kepada Ahmad Badawi โPergilah dan tawakkallah kepada Allรขh Swt.โ kemudian Syaikh Ahmad Badawi berkata โHal ini mampu saya dengarkan dengan telingaku.โ Mengetahui sesuatu yang belum diketahui oleh orang lain ุฃูููู ุฑูุฌูููุง ููุงูู ุนูููุฏููู ุดูุนูููุฑูุ ููุทูููุจู ุฃูู
ูููุฑู ุทูููุฏูุชูุง ู
ูุง ููุนูุดูู ุฎููููููู ููููุ ููููู
ู ููุฌูุฏูุ ูููููููู ูููู ุนูููู ุฐููููู ุงูุฑููุฌูููุ ููุฃูุชูู ุงูุดููููุฎู ูููููู ููุฑูุนูุฏู ููููุงูู ูููู ุฅูููููู ููู
ูุญูุ ููููุงูู ุฐููููู ููููุชูุญู ุงููุญูุงุตููู ููููุฌูุฏู ููู
ูุญู ููู
ูุง ุฐูููุฑู Ada orang laki-laki yang mempunyai gandum. Lalu ada pemimpin Thondata mencari sesuatu untuk kudanya untuk menggembala, tapi ia tidak menemukan sesuatu itu. Ia berkata bahwa sesuatu itu ada pada laki-laki tadi. Pemimpin Thondata tadi lantas menemui Syaikh al-Badawi dan Syaikh berkata, โKatakanlah kepada mereka sesungguhnya sesuatu yang ia maksud itu gandumโ. Kemudian, Amir tersebut membuka barang milik laki-laki tadi, dan benar bahwa itu adalah gandum. Mengetahui sesuatu yang akan terjadi ุฃูููููู ูุงูู ููุฑูุฌููู ุฎูุฒูููู ูููู ููุฐููู ุงูุณููููุฉู ููู
ูุญูุงุ ููุฃูููุซูุฑู ู
ููููู ููุฃูููุตูุฏู ุงูุชููููุณูุนูุฉู ุนูููู ุงููููููุฑูุงุกูุ ููุฅูููููู ููุบููููู ุบูููุงุกู ู
ูููุฑูุทูุงุ ููููุนููู ููููุงูู ุฐููููู Syaikh berkata kepada orang laki-laki โTimbunlah gandum pada tahun ini maka gandum tersebut akan lebih banyakโ, bertujuan memperluas makanan bagi orang-orang fakir, maka sungguh gandum tersebut bertambah dengan tambahan melampaui batas, dan laki-laki tersebut mengerjakannya dan hasilnya sesuai apa yang dikatakan oleh beliau, al-Kawรขkib al-Durriyah fi Tarjami al-Sรขdat al-Shรปfiyah, juz 2, halaman 146-147. Pengganti Syaikh al-Badawi setelah beliau wafat yaitu Sayyid Abdul Al Malam al-Badawi Silsilah Tarekat Syaikh Ahmad al-Badawi adalah seorang waliyullah yang sangat terkenal di negara Mesir. Dia juga adalah pendiri Tarekat Ahmadiyah, yang juga dikenal sebagai tarekat Badawiyah. Tarekat ini telah terbagi menjadi beberapa cabang dan ranting, yakni Tarekat Anbabiyah, Tarekat al-Bandariyah, Tarekat Bayumiyah, Tarekat Hababiyah, Tarekat Hammidiyah, Tarekat Kannasiyah, Tarekat Salamiyah, Tarekat Syinnawiyah, Tarekat Suthiyah, Tarekat Zahidiyah. Syaikh Ahmad al-Badawi menerimah ijazah tarekat dari Syaikh al-Birri dari Syaikh Abi Nuโaim al-Baghdadi dari Syaikh Abil Abbas Ahmad ibn Abi al-Hasan Ali al-Rifaโi dari Syaikh Manshur al-Bathaโi al-Robbani dari Syaikh Ali al-Qariโ al-Wasithi dari Syaikh Abil Fadhl ibn Kamikh dari Syaikh Abi Ali Ghulam Ibn Tarakan dari Ali ibn Barbari disebut juga sebagai ibn al-Baranbary dari Syaikh Ali al-Ajami dikenal sebagai al-Syaikh Mahalli al-Ajami dari Syaikh Abi Bakr Dulaf Ibn Jahdar al-Syibli dari Syaikh Abil Qasim al-Junaid ibn Muhammad al-Baghdadi dari Syaikh Abi al-Hasan Sary ibn al-Mughalis As-Saqothi dari Syaikh Maโruf ibn Fairuz al-Karkhi dari Syaikh Abi Sulaiman Dawud ibn Nasir at-Thaโi dari Syaikh Abi Muhammad Habib ibn Isa al-Ajami dari Syaikh Abi Saโid al-Hasan ibn Abi Ali dari Bapaknya yakni al-Imam Ali ibn Abi Thalib dari Sepupunya yang juga adalah bapak mertuanya yakni junjungan kita Sayyidina Muhammad Rasulullรขh Saw. Salawat dan Hizib Di antara amalan-amalan Syaikh Ahmad al-Badawi yang masih populer dan diamalkan oleh umat Islรขm di seluruh dunia ialah salawat al-Nuraniyah, shalawat al-Anwar dan shalawat Nur al-Qiyamah dan beberapa hizib ringkas diantaranya hizib Darโal Matin, hizib Kabir dan Hizib Shaghir yang diamalkan oleh para pengikut Tarekat al-Ahmadiyah Shalawat Nuraniyah ุฃููููู
ุตูููู ููุณููููู
ู ููุจูุงุฑููู ุนูููู ุณููููุฏูููุง ููู
ูููููุงููุง ู
ูุญูู
ููุฏู ุดูุฌูุฑูุฉู ุงููุงูุตููู ุงููููููุฑูุงูููููุฉู ููููู
ูุนูุฉู ุงููููุจูุถูุฉู ุงูุฑููุญูู
ูุงูููููุฉู ููุฃูููุถููู ุงููุฎูููููููุฉู ุงููุฅูููุณูุงูููููุฉู ููุฃูุดูุฑููู ุงูุตููููุฑูุฉู ุงููุฌูุณูู
ูุงูููููุฉู ููู
ูุนูุฏููู ุงููุงูุณูุฑูุงุฑู ุงูุฑููุจููุงูููููุฉู ููุฎูุฒูุงุฆููู ุงููุนูููููู
ู ุงููุงูุณูุทูููุงุฆููููุฉู ุตูุงุญูุจู ุงููููุจูุถูุฉู ููุงููุจูููุฌูุฉู ุงูุณูููููููุฉู ููุงูุฑููุชูุจูุฉู ุงููุนููููููุฉู ู
ููู ุฃูููุฏูุฑูุฌูุชู ุงููููุจูููููููู ุชูุญูุชู ููููุฆููู ููููู
ู ู
ููููู ููุฅููููููู ููุตูููู ููุณููููู
ู ููุจูุงุฑููู ุนููููููู ููุนูููู ุฃููููู ููุตูุญูุจููู ุนูุฏูุฏูู
ูุง ุฎูููููุชู ููุฑูุฒูููุชู ููุงูู
ูุชูู ููุงูุญูููููุชู ุฅูููู ููููู
ู ุชูุจูุนูุซู ู
ููู ุฃูููููููุชู ููุณููููู
ู ุชูุณูููููู
ูุง ููุซูููุฑูุง ุฅูููู ููููู
ู ุงูุฏูููููู ููุงููุญูู
ูุฏู ููููู ุฑูุจูู ุงููุนูุงููู
ููููู. Shalawat Nurul Anwar ุงููููู
ุตูููู ุนูููู ููููุฑู ุงููุฃูููููุงุฑู ููุณูุฑูู ุงููุฃูุณูุฑูุงุฑู ููุชูุฑูููุงูู ุงููุฃูุบูููุงุฑู ููู
ูููุชูุงุญู ุจูุงุจู ุงููููุณูุงุฑู ุณููููุฏูููุง ู
ูุญูู
ููุฏู ุงููู
ูุฎูุชูุงุฑู ููุฃููููู ุงููุฃูุทูููุงุฑู ููุฃูุตูุญูุงุจููู ุงููุฃูุฎูููุงุฑู ุนูุฏูุฏู ููุนูู
ู ุงูููู ููุฅูููุถูุงูููู. Shalawat Nurul Qiyamah ุฃููููู
ุตูููู ุนูููู ุณููููุฏูููุง ู
ูุญูู
ููุฏู ุจูุญูุฑู ุฃูููููุงุฑููู ููู
ูุนูุฏูุงูู ุฃูุณูุฑูุงุฑููู ููููุณูุงูู ุญูุฌููุชููู ููุนูุฑูููุดู ู
ูู
ูููููุชููู ููุฅูู
ูุงู
ู ุญูุถูุฑูุชููู ููุทูุฑูุงุฒู ู
ููููููู ููุฎูุฒูุงุฆููู ุฑูุญูู
ูุชููู ููุทูุฑููููู ุดูุฑูููุนูุชููู ุงููู
ูุชูููุฐููุฐู ุจูุชูููุญูููุฏููู ุฅูููุณูุงูู ุนููููู ุงููููุฌูููุฏู ููุงูุณููุจูุจู ููู ููููู ู
ูููุฌูููุฏู ุนููููู ุฃูุนูููุงูู ุฎููููููู ุงููู
ูุชูููุฏููู
ู ู
ููู ููููุฑู ุถูููุงุฆููู ุตูููุงุฉู ุชูุฏูููู
ู ุจูุฏูููุงู
ููู ููุชูุจูููู ุจูุจูููุงุฆููู ููุงู
ูููุชูููู ููููุง ุฏููููู ุนูููู
ููู ุตูููุงุฉู ุชูุฑูุถููููู ููุชูุฑูุถููููู ููุชูุฑูุถูู ุจูููุง ุนููููุง ููุงุฑูุจูู ุงููุนูุงููู
ููููู. Sumber