Sebagaipandangan hidup bangsa, Pancasila digunakan untuk mengatur penyelenggaraan negara. Pancasila sebagai Pandangan Hidup Bangsa Dianggap memiliki nilai-nilai kehidupan yang baik, Pancasila dijadikan sebagai dasar dan motivasi bangsa Indonesia dalam bersikap dan berperilaku dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa serta bernegara. Peranpancasila sebagai pandangan hidup bangsa tampak pada pernyataan. . a.pemerintah membuat kebijakan yang terbaik untuk rakyat.b.pembuatan - 12392734 marshanda5421 marshanda5421 26.09.2017 PPKn Sekolah Menengah Pertama terjawab peran pancasila sebagai pandangan hidup bangsa tampak pada pernyataan. . a.pemerintah membuat kebijakan yang Bacajuga: Istilah Pancasila sebagai Dasar Negara pada 1 Juni 1945, Begini Sejarahnya. Tiga fungsi pokok Pancasila adalah sebagai dasar negara, pandangan hidup bangsa, dan ideologi bangsa. Fungsi Pancasila sebagai Pedoman Hidup Bangsa Indonesia yakni dipercaya oleh seluruh bangsa Indonesia sebagai pedoman berkehidupan berbangsa dan bernegara. Pancasilasebagai pandangan hidup bangsa Indonesia. hal ini tampak bahwa Pancasila adalah jiwa, kepribadian dan pandangan hidup ( way of life) bangsa Indonesia. Menurut Hamid Darmadi ( 2010 : 249 ) mengatakan sebagai pandangan hidup, Pancasila dipergunakan sebagai petunjuk hidup sehari-hari. Peranpancasila sebagai pandangan hidup bangsa tampak pada pernyataan - 32770286 christiannathanielry christiannathanielry 15.09.2020 PPKn Sekolah Menengah Pertama terjawab Peran pancasila sebagai pandangan hidup bangsa tampak pada pernyataan Indonesia berperan menjadi negara penengah dalam masalah etnis rohingya dan Myanmar peran Indonesia Sejaksaat itu pula Pancasila digunakan sebagai nama dari dasar falsafah negara dan pandangan hidup bangsa Indonesia, meskipun untuk itu terdapat beberapa tata urut dan rumusan yang berbeda. Pancasila sebagai dasar negara, hal ini berarti bahwa setiap tindakan rakyat dan Negara Indonesia harus sesuai dengan Pancasila. ynJlkV4. PROF DR SUDJITO SH MSIGuru Besar Ilmu Hukum UGMKongres Pancasila VII diselenggarakan oleh Pusat Studi Pancasila UGM pada 30 Mei-1 Juni 2015. Acara serupa diselenggarakan di tempat lain, baik oleh pemerintah atau komunitas tertentu. Kita bersyukur, pada hari ulang tahunnya ke-70, Pancasila masih eksis di negeri ini. Mengapa Pancasila tetap eksis, tak tergantikan isme lain? Karena kebenarannya. Sehubungan dengan itu, bermodal tekad dan semangat kebangsaan, kita pertahankan Pancasila sebagai kebenaran yang hidup. Maknanya, selagi masih ada kehidupan, di situ Pancasila dipastikan ada dan difungsikan sebagai pandangan hidup. Disayangkan, akhir-akhir ini muncul polemik tentang hari lahir Pancasila. Polemik itu berpotensi memecah belah bangsa. Pada saat lain, saya ingin berbagi pandangan untuk menepis kerancuan pemikiran tidak sehat itu. Untuk sejurus waktu, tulisan ini berkehendak memahamkan Pancasila pada tataran lebih mendasar yakni sebagai pandangan hidup. Pancasila sebagai pandangan hidup sudah ada sejak awal kehidupan dan bukan lahir 1 Juni 1945 ataupun tanggaltanggal lain. Eksistensi dan kebenaran nilai-nilai Pancasila sebagai pandangan hidup dapat dikenali secara sosiologis-antropologis. Seraya mendasarkan pada pendapat Prof Dr Brandes, dikatakan oleh Bung Karno 1958, tatkala Eropa masih hutan belukar belum ada Germanentum dan di sini Indonesia ketika itu masih pra- Hindu justru sudah ada pola cocok tanam padi di sawahsawah. Kehidupan manusia Indonesia, digambarkan Bung Karno, berproses melalui empat saf yakni saf pra-Hindu, saf Hindu, saf Islam, dan saf Imperialis. Bung Karno berusaha menggali sedalam-dalamnya nilai-nilai kehidupan bangsa Indonesia. Dari penggalian itulah, diperoleh lima hal yang menonjol pada semua saf kehidupan yakni Ketuhanan, Kebangsaan, Perikemanusiaan, Kedaulatan Rakyat, dan Keadilan Sosial. Lima hal tersebut diyakini Bung Karno dapat dijadikan sebagai dasar statis dan leitstar dinamis yang akan diterima dan di atasnya seluruh rakyat Indonesia bersatu padu. Melalui kursus-kursus Pancasila sebanyak enam kali, dijelentrehkan, bahwa sejak awal kehidupan, manusia Indonesia sudah hidup di dalam alam ketuhanan. Di sanalah tempat permohonannya dan tempat kepercayaannya. Dari sana pula setiap manusia memaksimalkan budi luhur, budi pekerti, atau keadabannya. Bertolak dari manusia beradab, didukung fungsionalisasi unsur cipta, rasa, dan karsa, lahirlah budaya-budaya antara lain budaya persatuan, permusyawaratan, dan keadilan. Jadi, budaya itu positif dan hanya lahir dari manusia beradab. Korupsi, jangan dibilang ”telah membudaya”. Aduh . . . maaf, maaf, pernyataan demikian menyesatkan. Korupsi itu negatif, muncul dari manusia biadab, rakus, serakah, menghalalkan segala cara untuk menilap uang negara. Manusia beradab pantang korupsi. Justru mereka berusaha taat pada hukum sebagai tatanan order kehidupan secara utuh dan total sehingga daripadanya muncul keadilan. Demikianlah pola dan warna kehidupan itu, dari waktu ke waktu, dalam keseharian. Sejak fase awal sampai pada era industrialisasi, nilai-nilai Pancasila dari ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, permusyawaratan, sampai dengan keadilan sosial senantiasa konsisten dijadikan sebagai pandangan hidup. Jadi, Pancasila sebagai pandangan hidup sudah ada sebelum ada Bung Karno, sebelum ada Republik Indonesia. Dari dahulu bangsa Indonesia telah mengenal Tuhan, hidup di alam ketuhanan. Dari dahulu, bangsa Indonesia telah cinta Tanah Air dan bangsa. Dari dahulu, kita sudah mengenal rasa kebangsaan dan rasa kemanusiaan. Demikian pula, rasa kedaulatan rakyat dan citacita keadilan sosial. Bangsa Indonesia adalah satu-satunya bangsa yang tidak pernah menjajah bangsa lain. Pancasila sebagai pandangan hidup merupakan sistem nilai, mencakup keseluruhan nilai-nilai secara lengkap, tersusun secara sistematis-hierarkis, dimulai dari nilai ketuhanan sampai nilai keadilan sosial. Nilai value merupakan pengertian filsafat. Artinya, tolok ukur untuk menimbang-nimbang dan memutuskan apakah sesuatu benar atau salah, baik atau buruk. Notonagoro 1971 menjelaskan nilai-nilai Pancasila ke dalam tiga kategori 1 Nilai materiil, yaitu segala sesuatu yang berguna bagi unsur manusia; 2 Nilai vital, yaitu segala sesuatu yang berguna bagi manusia untuk dapat mengadakan kegiatan atau aktivitas; 3 Nilai kerohanian, yaitu segala sesuatu yang berguna bagi rohani manusia. Lebih lanjut nilai kerohanian dibedakan atas empat macam a Nilai kebenaran/ kenyataan, yang bersumber pada unsur akal manusia ratio , budi, cipta; b Nilai keindahan, yang bersumber pada unsur rasa manusia gevoel , perasaan, aesthetis ; c Nilai kebaikan atau nilai moral, yang bersumber pada unsur kehendak/kemauan manusia will , karsa, ethic ; dan d Nilai religius, yang merupakan nilai ketuhanan, kerohanian yang tertinggi dan mutlak. Nilai religius ini bersumber pada kepercayaan/ keyakinan/keimanan. Nilai-nilai Pancasila telah mengakar pada adat-istiadat, kebudayaan, dan agama-agama di Indonesia sejak ratusan tahun silam. Sebab itu, pengamalan Pancasila sebagai pandangan hidup berpadu dengan pengamalan adat-istiadat, kebudayaan, dan agama. Artinya, pengamalan Pancasila berlangsung spontan, seketika, serentak, simultan dengan pengamalan adat-istiadat, kebudayaan, dan agama. Pancasila memberikan kemudahan, kelapangan, dan fasilitatif terhadap orang-orang yang ingin menjalankan adatistiadatnya, kebudayaannya, dan agamanya. Perlu ditegaskan bahwa Pancasila bukan agama dan tidak sepatutnya dibandingkan agama, tetapi siapa pun taat beragama berarti dia telah Pancasilais. Pancasila sebagai pandangan hidup memberi arah, motivasi, dan energi untuk pencapaian keberkahan hidup. Memosisikan Pancasila sebagai pandangan hidup akan menghasilkan kekuatan lahir-batin sehingga manusia mampu menembus dimensi wujud, membuka pintu-pintu rezeki, meningkatkan harkatmartabat hidupnya. Didukung qalbu salim, akal cerdas, berpikir produktif, lahirlah kreativitas dan progresivitas kehidupan. Gambaran keberkahan hidup adalah bak hangatnya sinar matahari pagi, bak suburnya bumi disiram air hujan, bak lebatnya pohon dengan buahnya. Alangkah indah, nyaman, dan membahagiakan. Salam Pancasila. WallahuWallahualam.bbg Peran Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa tampak pada pernyataan? semua peraturan perundang-undangan harus mengikuti keinginan rakyat masyarakat bergotongroyong memperbaiki jembatan yang rusak pembuatan undang-undang mengacu pada nilai-nilai sila Pancasila pemerintah membuat kebijakan yang terbaik untuk rakyat Semua jawaban benar Jawaban C. pembuatan undang-undang mengacu pada nilai-nilai sila Pancasila Dilansir dari Encyclopedia Britannica, peran pancasila sebagai pandangan hidup bangsa tampak pada pernyataan pembuatan undang-undang mengacu pada nilai-nilai sila pancasila. Kemudian, saya sangat menyarankan anda untuk membaca pertanyaan selanjutnya yaitu Pancasila yang terdapat dalam Pembukaan UUD NRI Tahun 1945 digunakan sebagai pedoman dalam penyelenggaraan Pancasila terkait dengan hal tersebut berfungsi sebagai? beserta jawaban penjelasan dan pembahasan lengkap. Ilustrasi Garuda Pancasila. Foto Shutter StockPancasila sebagai pandangan hidup membawa visi misi yang jelas bagi bangsa Indonesia. Dengan hal ini, masyarakat memiliki pedoman untuk memecahkan berbagai persoalan di dalam kehidupan sebagai pandangan hidup juga sering disebut way of life yang berarti pegangan, pedoman, pandangan, serta petunjuk dalam menjalani kehidupan. Dengan keberadaan Pancasila, bangsa Indonesia mampu melebarkan perspektifnya terhadap segala persoalan dunia. Sebagai instrumen terpenting, sikap dan perilaku masyarakat Indonesia harus selalu dijiwai oleh nilai-nilai luhur Pancasila. Tidak hanya itu, nyawa Pancasila juga harus ada di dalam sanubarinya. Apa arti penting Pancasila sebagai pandangan hidup?Arti Penting Pancasila Sebagai Pandangan HidupSetiap bangsa yang ingin berdiri kukuh dan mengetahui arah tujuannya tentu memerlukan pandangan hidup. Tanpa arah yang jelas, sebuah bangsa akan merasa bimbang dan terombang-ambing dalam dalam menentukan hidup merupakan prinsip dasar dalam menjalani kehidupan berbangsa dan bernegara. Di dalamnya terdapat konsepsi mengenai kehidupan yang dicita-citakan, dasar pemikiran terdalam, serta gagasan mengenai wujud Garuda Pancasila. Foto Shutter StockMenurut Yudi Latif dalam buku Negara Paripurna, pandangan hidup bagi suatu bangsa merupakan hal yang sangat penting. Ini bisa menjadi pelindung sekaligus penjaga kelangsungan hidup berbangsa dan ini selaras dengan pendapat Mohammad Yamin dalam pidato singkatnya pada Sidang BPUPKI pertama. Ia berkata"...rakyat Indonesia mesti mendapat dasar negara jang berasal dari peradaban kebangsaan Indonesia; orang timur pulang pulang kebudajaan timur. Kita tidak berniat lalu akan meniru sesuatu susunan tata negara negeri luaran. Kita bangsa Indonesia masuk jang beradab dan kebudajaan kita beribu-ribu tahun umurnya”.Sebagai dasar dan pandangan hidup bangsa, Pancasila turut mengatur penyelenggaraan negara. Pancasila juga menjadi pedoman dalam bertingkah laku di kehidupan masyarakat memiliki karakteristik khusus yang membedakannya dengan ideologi lain. Semuanya terkandung dalam tiap butir Pancasila. Dikutip dari buku Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan SMP/MTs Kelas VIII, penjelasannya adalah sebagai berikut1. Ketuhanan Yang Maha EsaButir ini mengandung pengakuan atas keberadaan Tuhan sebagai pencipta alam semesta beserta isinya. Oleh karena itu, warga negara yang mengaku beriman harus meyakini adanya Tuhan. Ia harus menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala Garuda Pancasila. Foto Shutter Stock2. Kemanusiaan yang adil dan beradabSila kedua ini membahas tentang sifat dan budi masyarakat Indonesia yang mengakui sederajat dan setara. Sebagai unsur suatu bangsa, mereka mempunyai hak dan kewajiban yang sama di mata Pancasila merupakan perwujudan dari paham bangsa Indonesia yang terbebas dari isu perseorangan, golongan, suku bangsa, dan agama. Mereka mendahulukan persatuan dan kesatuan atas segalanya. Alhasil, tak akan ada perpecahan yang disebabkan oleh apa Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilanMaksudnya, sendi utama demokrasi di Indonesia berlandaskan asas musyawarah dan kekeluargaan. Semua kegiatan dilakukan dengan diskusi sehat, tidak menolak pendapat, dan masukan dari tiap Keadilan sosial bagi seluruh rakyat IndonesiaSalah satu tujuan negara adalah mewujudkan tata masyarakat Indonesia yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila. Tidak hanya pemerintah, warga sipil juga turut terlibat dalam menggapai tujuan pandangan hidup sangat penting bagi suatu bangsa?Apa karakteristik khusus pancasila yang terkandung dalam sila pertama?Apa arti pancasila sebagai pandangan hidup?