Budidayasatwa harapan dilakukan dengan tujuan utama komersial, terutama pada segi peningkatan kualitas. Sehingga metode yang akan diterapkan lebih ditujukan untuk meningkatkan jumlah produksi. Metode ini bisa Anda terapkan dengan teknologi reproduksi yang tinggi. Misalnya transplantasi embrio atau inseminasi buatan. Berikutini adalah cara memilih bibit yang baik untuk budidaya satwa harapan: 1. Ciri fisik bibit yang baik. Pada dasarnya ada berbagai manfaat hewan ternak bagi kehidupan manusia dan selain bisa menghasilkan makanan yang sehat, satwa juga bisa menghasilkan keuntungan yang besar bagi manusia. Dalam pemilihan bibit satwa harapan, ada berbagai Yangbukan tujuan budidaya satwa harapan 7 August 2021 by Kei Yang bukan tujuan budidaya satwa harapan Sumber bahan baku industri Energi dan gaya Daya dan gaya Usaha dan energi Semua jawaban benar Jawaban: D. Usaha dan energi Dilansir dari Encyclopedia Britannica, yang bukan tujuan budidaya satwa harapan usaha dan energi. satwaharapan sarana Question 2 30 seconds Q. yang bukan termasuk tujuan khusus budidaya satwa harapan adalah . answer choices bahan pangan hewan kesayangan penunjangan ekonomi bahan obat Question 3 30 seconds Q. berikut adalah satwa harapan, kecuali answer choices jangkrik kerbau lintah bekicot Question 4 30 seconds Q. Ternakkonvensional yang ada saat ini seperti sapi, kerbau, kambing, ayam, babi, hanya sebagian kecil dari sumber daya hayati fauna yang ada. Masih ada banyak satwa lain yang memiliki potensi tinggi sebagai sumber protein bagi manusia, baik dari mamalia, burung, reptilia, avertebrata maupun serangga. Selainitu, setiap satwa juga memerlukan teknik penanganan yang berbeda. Pada umumnya sarana produksi budidaya satwa harapan meliputi bahan berupa: bibit, pakan, obat-obatan, air, kandang, dan teknik budi daya yakni: pemeliharaan kandang, pemilihan bibit, pemberian pakan, pencegahan hama dan penyakit. txi3y. - Satwa harapan adalah hewan yang dibudidayakan untuk sumber bahan baku industri, pakan, atau hewan laboratorium. Budidaya satwa harapan adalah sebagai alternatif selain hewan ternak umumnya sapi, kambing, dan sebagainya yang sudah banyak dipelihara. Lantas, apa pengertian, fungsi, dan jenis-jenis satwa harapan? Sederhananya, hewan ternak biasa seperti kambing, domba, atau sapi sudah banyak dibudidayakan. Hadirnya satwa harapan adalah sebagai alternatif lain, baik itu untuk budidaya mandiri atau sebagai usaha sampingan. Secara definitif, satwa harapan adalah segala jenis hewan yang diharapkan mampu menghasilkan bahan baku, jasa atau manfaat ekonomis maupun non-ekonomis lainnya ketika dipelihara atau diternakkan, sebagaimana dilansir Kemdikbud. Sebagai hewan ternak alternatif, satwa harapan memiliki sejumlah ciri sebagai berikut. Siklus hidupnya yang pendek Jarang terkena penyakit Mudah beradaptasi dengan lingkungan dan pakan yang diberikan Karena siklus hidupnya yang singkat, satwa harapan diharapkan memberi keuntungan secara cepat, lebih mudah, dan praktis dipelihara daripada hewan ternak pada umumnya. Jenis-Jenis Satwa Harapan Secara umum, satwa harapan terbagi dalam dua jenis, yaitu satwa harapan tak bertulang belakang invertebrata dan satwa harapan bertulang belakang vertebrata. Berikut ini penjelasan mengenai jenis-jenis satwa harapan tersebut, sebagaimana ditulis Nina Suprihatin dalam Prakarya Aspek Budaya 20201. Jenis satwa harapan tak bertulang belakangSatwa harapan tak bertulang belakang atau invertebrata contohnya adalah cacing, serangga, larva, lebah madu, dan sebagainya. Ciri-ciri satwa harapan tak bertulang belakang adalah sebagai berikut. Rangka tubuh terletak di luar. Susunan saraf terletak di bawah sistem pencernaan. Multiseluler. Sistem ekskresi masih sangat sederhana. Simetri tubuh bilateral dan radial. 2. Jenis satwa harapan bertulang belakangJenis kedua dari satwa harapan adalah yang memiliki tulang belakang atau vertebrata. Contohnya adalah hewan jenis unggas, reptil, dan mamalia. Ciri-ciri satwa harapan bertulang belakang adalah sebagai berikut. Memiliki ruas-ruas tulang belakang atau kolumna vertebrata. Mempunyai tengkorak atau kranium yang diisi oleh otak. Memiliki endoskleton atau kerangka dalam yang tersusun atas tulang keras serta tulang rawan. Memiliki anggota badan yang berfungsi sebagai alat gerak seperti sirip, ekor, kaki, dan juga tangan yang tersusun dari otot dan juga tulang. Memiliki sistem pencernaan yang lengkap, yang terdiri dari mulut, kerongkongan, lambung, usus dan juga anus. Alat pernapasan berupa insang atau juga paru-paru, pada vertebrata tingkat tinggi celah pada insang terdapat pada fase embrio. Memiliki sepasang ginjal untuk alat ekskresi. Mempunyai alat indra yang berupa sepasang mata dan juga sepasang telinga. Alat kelamin yang terpisah atau hermafrodit. Lebih lanjut lagi, satwa harapan vertebrata atau yang bertulang belakang dapat dikelompokkan dalam tiga macam, yaitu satwa harapan unggas, reptil, dan mamalia. Pertama, jenis unggas adalah jenis satwa harapan yang memiliki alat gerak berupa sayap dengan jenis makanan berupa biji-bijian, larva serangga, atau buah. Contoh satwa harapan jenis ini adalah lovebird, jalak dan lain sebagainya. Kedua, jenis reptil adalah jenis satwa harapan yang alat geraknya berupa kaki. Satwa harapan jenis ini juga bisa disebut sebagai jenis hewan melata karena bentuk kaki yang berada di samping kiri dan kanan tubuhnya. Saat hewan reptil bergerak atau berjalan, bagian bawah tubuhnya menempel di permukaan tanah. Contoh hewan jenis reptil di antaranya adalah kura-kura, tokek, kadal, dan sebagainya. Ketiga, mamalia adalah jenis satwa harapan yang memiliki alat gerak berupa kaki. Ciri hewan mamalia juga menyusui anaknya dan berkembang biak dengan cara beranak. Contoh hewan mamalia di antaranya adalah tikus, kelinci, dan sebagainya. Fungsi utama budidaya satwa harapan disebabkan alasan ekonomis. Bagaimanapun juga, hewan-hewan alternatif di atas dapat menghasilkan produk yang berdaya ekonomi, misalnya daging, minyak, kulit, atau sebagai hiasan yang memiliki unsur juga Penyebab Kebakaran Hutan Australia yang Musnahkan Habitat Satwa 8 Cara Melindungi Satwa Langka di Indonesia Agar Tidak Punah Mengungkap Perdagangan Satwa Liar - Pendidikan Penulis Abdul HadiEditor Addi M Idhom Manusia selalu memiliki cara untuk bertahan hidup dan melestarikan alam. Salah satunya dengan membudidayakan satwa harapan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Tujuannya untuk menghasilkan bahan baku, bermanfaat secara ekonomis atau memberkan jasa. Satwa harapan ini sangat bermanfaat bagi manusia. Salah satunya, jumlah besar komoditas atau bahan baku untuk suatu produk tidak perlu memburu atau merusak alam. Pengertian Satwa HarapanSyarat Budidaya Satwa HarapanManfaat Satwa HarapanJenis-jenis Satwa Harapan1. Satwa Harapan Bertulang Belakang2. Satwa Harapan Tak Bertulang BelakangTeknik Budi Daya Satwa Harapan1. Pemeliharaan Kandang2. Pemilihan Bibit3. Pemberian Pakan4. Pencegahan Hama dan PenyakitSarana dan Bahan Produksi Budi Daya Satwa HarapanSatwa Harapan yang Dapat Dibudidayakan1. Lebah2. Jangkrik3. Cacing Tanah4. Ulat Sutra Pengertian Satwa Harapan Satwa harapan adalah hewan yang dibudidayakan dengan tujuan ketersediaan sumber bahan baku industri, hewan laboratorium, dan/atau pakan. Budidaya satwa harapan menjadi alternatif selain hewan ternak pada umumnya kerbau, sapi, kambing, ayam, dan sebagainya yang telah banyak dipelihara. Adapun Kemdikbud merumuskan satwa harapan adalah segala jenis hewan yang diharapkan mampu menghasilkan jasa, bahan baku, atau manfaat ekonomis maupun non-ekonomis lainnya ketika dipelihara atau diternakakan. Satwa harapan juga didefinisikan sebagai satwa atau binatang selain yang diternak atau dipelihara dengan harapan memberikan bahan dan jasa seperti layaknya hewan ternak. Secara sederhana, satwa harapan merupakan satwa liar ketika diperlihara atau diternakan akan memberikan manfaat ekonomis dan non ekonomis. Syarat Budidaya Satwa Harapan Budidaya satwa harapan berkaitan dengan jumlah satwa liar pada jumlah tertentu yang diambil dari alam. Kemudian, periset atau orang yang akan membudidayakan harus mengembangkan satwa tersebut dari keturunan-keturunan yang berhasil ditangkarkan. Berikut syarat untuk mengembangkan satwa harapan untuk komoditas domestik melalui penangkaran. Untuk ketepatan pemasaran produk diperlukan masyarakat dengan sosial budaya yang sesuai dengan komoditi yang akan dikembangkan. Harus menguasai ilmu dan teknologi yang meliputi ilmu ekologi satwa liar dan teknologi sesuai perkembangan zaman. Memperhatikan keadaan satwa liar yang akan dibudidayakan, apakah populasinya di ala mencukupi atau tidaak, proses pemeliharaan dan pemanfaatannya, serta memperhatikan kondisi spesies seperti ukuran tubuh dan perilaku. Perlu adanya tenaga terampil untuk menerapkan konsep ekologi sekaligus pengelolaan penangkaran. Manfaat Satwa Harapan Budidaya satwa harapan memiliki beberapa manfaat di antaranya. Manfaat biologis yakni sebagai sumber energi berupa makanan dengan sumber protein hewani daging, telur, susu dan aneka obat-oabatan untuk berbagai jenis penyakit. Manfaat ilmu pengetahuan, filosofi, dan pendidikan, tidak jarang satwa harapan dijadikan sebagai bahan percobaan atau objek penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, sekaligus sebagai sarana pendidikan bagi masyarakat. Manfaat ekonomi, sebagai alat angkut, sumber pendapatan masyarakat atau devisa negara, tenaga kerja, bahan baku industri, dan laik-lain. Manfaat estetika sebagai objek rekreasi dan wisata atau sebagai hewan hias atau peliharaan bagi penggemarnya. Manfaat estetika juga memberikan dampak komoditas ekonomi yang bernilai tinggi. Manfaat ekologis lingkungan sebagai salah satu komponen ekosistem yang mengatur dan menjaga stabilitas ekosistem. Misalnya penyubur biji serta penyerbukan tumbuhan dan lain sebagainya. Manfaat rohaniah kepercayaan sebagai bahan sesajian, peribadatan, hewan qurban, dan lain sebagainya. Jenis-jenis Satwa Harapan Hewan satwa harapan secara garis besar terbagi dalam dua kelompok, yakni kelompok hewan bertulang belakang dan kelompok hewan tak bertulang belakang. 1. Satwa Harapan Bertulang Belakang Jenis satwa harapan yang dapat dibudidayakan untuk kelompok hewan bertulang belakang atau vertebrata seperti reptil, mamalia, dan unggas. Berikut ciri-ciri satwa harapan bertulang belakang sebagai berikut. Alat kelamin yang terpisah atau hermafrodit. Memiliki ruas-ruas tulang belakang atau kolumna vertebrata. Mempunyai alat indra yang berupa sepasang mata dan juga sepasang telinga. Memiliki tengkorak atau kranium yang diisi oleh otak. Memiliki sepasang ginjal untuk alat ekskresi. Memiliki endoskleton atau kerangka dalam yang tersusun atas tulang keras serta tulang rawan. Alat pernapasan berupa insang atau juga paru-paru, pada vertebrata tingkat tinggi celah pada ingsang terdapat pada fase embrio. Memiliki sistem pencernaan yang lengkap terdiri dari mulut, lambung, anus, kerongkongan, dan lambung. 2. Satwa Harapan Tak Bertulang Belakang Satwa harapan tak bertulang belakang atau invertebrata seperti cacing, larva, serangga, lebah madu, dan sebagainya. Berikut ciri-ciri satwa harapan tak bertulang belakang sebagai berikut. Simetri tubuh bilateral dan radial. Rangka tubuh terletak di luar. Sistem ekskresi masih sangat sederhana. Susunan saraf terletak di bawah sistem pencernaan. Teknik Budi Daya Satwa Harapan Perbedaan tujuan pemeliharaan satwa harapan bergantung pada jenis ternaknya. Berikut teknik dalam budi daya satwa harapan. 1. Pemeliharaan Kandang Kebersihan kandang menjadi penting dalam budi daya satwa harapan. Tujuannya kesehatan satwa dapat terjaga, terhindar dari jamur atau bakteri penyakit yang tidak diinginkan. Caranya cukup mudah. Pertama rutin membersihkan kandang setidaknya seminggu sekali sehingga kelembapannya pun terjaga. Kedua menjaga kebersihan tempat pakan dan minum yang digunakan satwa harapan. Ketiga, bersihkan lantai kandang dari kotoran yang lengket. 2. Pemilihan Bibit Bibit ternak dipilih dengan pertimbangan sifat unggul dan memiliki mewariskan sekaligus memenuhi persysratan tertentu untuk dikembangbiakkan. Kunci utama dari budi daya satwa harapan adalah pemilihan bibit. Pemilihan bibit dilakukan dengan seleksi yang memperhatikan catatan kemampuan prosukdi setiap individu. Bibit yang baik dapat dilihat melalui penampilan fisik yang sehat, kelincahan, bentuk tubuh yang bagus, dan tidak memiliiki kecacatan. 3. Pemberian Pakan Pakan menjadi faktor utama penentu tingkat produktivitas ternak. Alokasi dana pakan mencapai 60-80 persen dari total biaya usaha. Adapun jenis pakan diberikan kepada satwa harapan dengan pertimbangan jenis, produktivitas, dan umur ternak. Tidak hanya itu, jumlah kebutuhan, cara pemberian pakan, dan waktu pemberian pakan menjadi penting dan harus diperhatikan pula. Misalnya pakan untuk jangkrik harus mengandung konsentrat dan sayuran. Pakan tambahan atau konsentrat dapat berupa pellet atau bekatul yang dicampur dengan sayuran. 4. Pencegahan Hama dan Penyakit Hama yang menyerang satwa harapan dapat dikelompokkan menjadi dua, yakni hama yang berperan sebagai kompetitor dalam pakan seperti rayap, kutu tanah, dan semut. adapun hama yang berperan ssebagai preditor terdiri dari bebek, tokek, kadal. tikus, dan ayam. Pembudidaya harus memperhatikan satwa harapan mereka agar tidak terganggu oleh hama. Berikut beberapa langkah untuk mengantisipasi satwa harapan terserang hama. Antisipasi kutu tanah dengan fermentasi media cacing Menjaga kebersihan lingkungan Antisipasi kadal, tikus, atau hama lainnya yang berpotensi masuk kandang dengan cara membuat sistem penutup kandang yang baik Antisipasi semut dengan kapur semut Sarana dan Bahan Produksi Budi Daya Satwa Harapan Budi daya satwa harapan memerlukan berbagai persiapan yang matang. Sarana untuk mulai membudidayakan satwa harapan terdiri dari bahan dan teknik budidaya. Bahan yang diperlukan dalam budi daya satwa harapan di dantaranya bibit, pakan, air, kandang, dan obat-obatan. Pemilihan bibit tentu mempertimbangkan keunggulan dari satwa harapan yang akan dibudidayakan. Caranya dengan mempelajari ciri kesehatan yang baik dari hewan yang akan dibudidayakan. Pakan menjadi bagian penting dalam budi daya satwa harapan. Mereka harus terpenuhi nutrisinya baik dari bahan murni organik dan anorganik. Atau, dengan mencampurkan keduanya. Manajemen pakan yang baik berpengaruh pada pertumbuhan ternak. Ternak dapat tumbuh sesuai target jika manajemen pakan yang diberlakukan baik dan tepat. Obat-obatan sangat diperlukan dalam budi daya satwa harapan. Pasalnya ia akan menjadi tameng satwa dari berbagai hama dan penyakit yang mengganggu proses pertumbuhan. Obat juga penting untuk mengobati satwa yang terserang penyakit dab/atau hama. Air menjadi media untuk menjaga kelembapan udara di sekitar kandang atau media hidup satwa. Ia harus tersedia dengan cukup dan tentu kualitasnya terjamin. Kandang atau media hidup satwa menjadi tempat berlindung satwa dari cuaca buruk panas matahari, hujan, angina kencang, dan lainnya dan tempat berkembang biak. Secara genetic, ternak memiliki sifat dan kebutuhan berbeda. Namun, secara umum, pembangunan kandang harus memenuhi persyaratan minimal, yakni layak untuk ditinggali oleh ternak. Di antaranya ternak dapat bergerak bebas di dalam kandang. Kandang juga harus menunjang produktivitas dari satwa harapan. Kandang memiliki saluran pembuangan limbah yang layak dan tidak mengganggu lingkungan. Kandang harus memiliki sirkulasi udara yang lancar. Kandang dapat mempermudah pekerja dalam mengelola ternak. Harus mudah dibersihkan. Dapat melindungi ternak dari terik matahari, hujan dan kondisi lingkungan yang dapat mengganggu kesehatan ternak. Peternak satwa harapan harus menguasai teknik-teknik budi daya sehingga kesehatan dan kesejahteraan satwa dapat terjamin. Di antaranya penguasaan terhadap pemeliharaan kandang, pemberian pakan, pemilihan bibit, dan pencegahan hama serta penyakit. Satwa Harapan yang Dapat Dibudidayakan Berikut beberapa jenis satwa harapan yang dapat dibudidayakan oleh manusia. 1. Lebah Lebah merupakan sekelompok besar serangga yang hidupnya berkelompok meskipun sebenarnya sifat lebah tidak semuanya seperti itu. Semua lebah masuk dalam suku atau familia Apoidae ordo Hymenopetra serangga bersayap selaput. Di dunia terdapat kurang lebih spesies lebah yang ditemukan di setiap benua, kecuali Antartika. Lebah memiliki sepasang kaki dan dua pasang sayap. Ia membuat serangan di atas bulkit, atap rumah, dan pohon kayu. Propolis perekat dari getah pohon dan malam yang diproduksi dari kelenjar lebah betina muda menjadi bahan baku pembangunan sarang lebah. Makanan dari lebah adalah nektar bunga dan serbuk sari. Pemegang peran penting dalam kehidupan lebah ialah lebah betina. Ia menentukan perilaku lebah. Beberapa spesies lebah tertentu bertahan hidup dengan dirinya sendiri soliter dan sebagian lainnya memiliki perilaku sosial atau hidup berkelompok. Lebah soliter mandiri dalam membangun sarang dan mencari makan untuk dirinya dan keturunannya. Biasanya ia akan meninggalkan sarang atau mati ketika keturunannya belum menjadi dewasa. Tidak jarang, lebah soliter merawat dan memberi makan anaknya tanpa menyiapkan cadangan makanannya. Bentuk hubungan semacam itu disebut dengan subsosial. Tidak jarang juga ditemukan lebah yang hidup dengan cara berkelompok, biasanya saling berbagi tugas. Tugas dibebankan sesuai dengan bentuk fisik masing-masing. 2. Jangkrik Jangkrik merupakan serangga yang berkerabat dekat dengan belalang. Jangkrik memiliki tubuh kecil silindris, kepalanya hampir bulat dan sungut panjang seperti benang. Ia termasuk dalam omnivore dengan suara khas yang dihasilkan oleh cengkering jantan. Tujuannya untuk manrik perhatian betina dan menghalau kedatangan jangkrik jantan lainnya. Suara cengkering akan semakin keras ketika suhu udara turun. Di dunia, ada kurang lebih 900 spesies cengkering jangkrik termasuk di dalamnya gangsir. Jangkrik telah lama dipelihara manusia. Bahkan di Asia dianggap sebagai pembawa keberuntungan. Jangkrik termasuk serangga layak santap edible insects. Kelayakan tersebut diamini oleh banyak negara di dunia dengan berbagai macam santapan yang dibuat. Misalnya di pedesaan Jawa, jangkrik bakar atau sangrai telah sejak lama menjadi kudapan tradisional. Di negara-negara Asia seperti Kamboja, Korea, Thailand, dan Jepang, jangkrik dikenal sebagai makanan sumber protein. Menurut fatwa MUI no. Kep-139/MUI/IV/2000 menyebutkan bahwa mengonsumsi dan memelihara jangkrik menjadi hal yang mubah dan halal. Jangkrik tidak hanya dapat di makan. Ia juga menjadi bagian permaidan atau hiburan. Anak-anak desa di Indonesia memelihara jangkrik terutama jenis jangkrik kalung dan jenis-jenis jangkrik celiring. Tujuannya untuk dinikmati suaranya ataupun diadu. Laga jangkrik sendiri yang melibatkan orang-orang dewasa telah ada di Tiongkok sejak era Dinasti Song 960-1278 M. kebiasaan tersebut dibawa masuk ke Jawa melalui orang-orang Tionghoa. Ia pun berhasil masuk ke dalam Keraton Yogyakarta pada masa kepemimpinan Sultan Hamengku Buwana VII 1877-1921. 3. Cacing Tanah Cacing tanah meru[akan cacing dengan bentuk tubuh tabung dan tersegmentasi dalam filum Annelida. Pada umumnya, hidup dalam tanah. Makanan yang mereka santap adalah organik hidup dan mati. Sistem pencernaan berjalan melalui panjang tubuhnya. Cacing tanah melakukan respirasi melalui kulit. Ia memiliki sistem transportasi ganda, yakni sistem transportasi yang terdiri dari cairan selom dengan pergerakan dalam selom yang berisi cairan dan sistem peredaran darahnya tertutup. Cacning memiliki sistem saraf pusat dan perifer. Cacing memiliki sistem saraf pussat mulai dari dua ganglia atas mulut, satu di kedua sisi, terhubung ke tali saraf berlari kembali sepanjang-panjangnya ke neuron motor dan sel-sel sensorik di setiap segmen. Cacing tanag adalah hermafrodit, yakni setiap individu membawa organ seks pria dan wanita. Mereka tidak punya kerangka internal atau eksoskeleton. Untuk mempertahankan struktur caranya dengan memanfaatkan rangka hidrostatik dengan cairan ruang coelom. Cacing tanah memiliki manfaat bagi kesehatan. Di antaranya mengobati penyakit tifus, mengatasi peradangan, mengatasi diare, mengatasi gangguan pembuluh darah, memebrikan energi, antitumor, dan mengatasi konstipasi. 4. Ulat Sutra Ulat sutra Bombyx Mori L. merupakan jenis serangga atau ngengat yang menghasilkan benang berkualitas. Pada umumnya, masyarakat memanfaatkan ulat sutra untuk membuat kain sutra yang bernilai ekonomis tinggi. Secara morfologi, tampilan ulat sutra mirip dengan ulat sagu. Keduanya memiliki warna kulit putih, meskipun ukuran tubuhnya terlihat lebih panjang dan ramping daripada jenis ulat lainnya. Permukaan kulit terdapat bulu-bulu serta memiliki tanduk anal pendek pada bagian tubuh belakangnya. Ia berganti kulit ketika memasuki instar baru. Tubuhnya terbagi menjadi tiga bagian utama, yakni kepala, dada, dan perut. Siklus hidup sutra dimulai dari fase telur, fase larva, fase pupa, dan berakhir di fase imago. Ulat sutra memiliki beberapa manfaat untuk manusia. Di antaranya sebagai olahan obat tradisional untuk mengobati masuk angina, meringankan kejang-kejang, mencairkan dahak, dan manfaat lainnya. Tidak hanya itu, ulat sutra juga dapat dimanfaatkan sebagai makanan ringan dengan cara dibakar. Kemudia disantap atau dijadikan makanan ringan. Ulat sutra dapat menjadi salah satu alternatif untuk merawat kulit wajah. Kepompong sutra memiliki komposisi jaringan mirip dengan struktur kulit manusia. Kepompong sutra juga kaya dengan asam amino dan pH yang baik bagi perawatan kulit wajah. Perawatan dengan kepompong ulat sutra banyak dipraktikkan di Thailand dan Jepang. Baca juga Sumber daya alam hayati Swasembada pangan Siklus air Pengertian osmosis Usaha ekstraktif ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah." Custom log Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda Tersedia dalam platform Android dan IOS Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis Laporan statistik lengkap Aplikasi aman, praktis, dan efisien A. Sarana Produksi Budi Daya Satwa Harapan. Sarana serta teknik budi daya yang memadai sangat penting untuk diperhatikan sebelum melakukan proses budi daya satwa harapan tersebut. Dalam melakukannya, sangat dibuthkan sarana yang tepat sehingga dapat diperoleh hasil yang optimal. Sarana budi dayanya pun berbeda-beda sesuai dengan jenis satwa yang dibudi dayakan. Sarana dan Peralatan Budi Daya Satwa Harapan 1. Persiapan Bahan Budi Daya. Tedapat 5 jenis sarana utama yang paling dibutuhkan dalam budi daya satwa harapan yaitu, Bibit Unggul. Pakan. Obat-Obatan Air, dan Wadah/Tempat atau Kandang. a. Bibit unggul. Bibit yang berkualitas diperoleh dari indukan yang unggul dan tergantung pada jenis satwa harapan yang hendak ingin dibudi dayakan. Pada umumya, bibit yang hendak untuk dibesarkan haruslah yang sehat, tidak cacat, dan nampak gesit. Pada budi daya hewan jangkrik, Sungut atau kaki yagn patah dan umurnya sekitar 10-20 hari. Induk yang baik adalah indukan yang ditangkap dari alam bebas sebab biasanya memiliki ketahanan tubuh atau fisik yang baik. Kalaupun indukan betina tidak didapatkan dari alam bebas, induk dapat dibeli dari peternakan. Induk jantan kalau bisa diusakan dari alam bebas sebab lebih agresif. b. Pakan budi daya. Pakan ternak adalah semua bahan yang diberikan kepada ternak berupa campuran dari berbagai macam bahan organik dan anorganik untuk memenuhi kebutuhan zat gizi yang diperlukan bagi pertumbuhan, perkembangan, dan produksi. Pakan ternak memegang peranan yang sangat penting dan dengan manajemen pakan yang baik, makan pertumbuhan ternak dapat mancapai hasil yang sesuai dengan target yang diharapkan. Setiap pakan satwa yang hendak diberikan haruslah memiliki nutrisi yang lengkap dan komposisi yang seimbang agar pemberian pakan tersebut dapat lebih efisien sesuai dengan kebutuan ternak tersebut. Jenis-jenis nutrisi yang terkandung didalam pakan budi daya ternak harapan harus memenuhi kebutuhan energi, protein, mineral, vitamin dan air. Zat pakan yang berkualitas baik atau memiliki nilai gizi yang cukup akan berdampak baik bagi pertumbuhan ternak tersebut, yaitu dapat tumbuh sehat, penggemukannya berlangsung cepat, berkembang biak dengan baik, mengurangi jumlah ternak yang mati atau sakit dan jumlah anakan yang lahir dapat hidup sehat dan kebal dengan lingkungannya. Pakan yang digunakan dapat berupa pakan yang bersumber dari bahan alami dan bahan buatan. pada pakan alami dapat berasal dari lingkungan sekitar seperti tanaman, limbah organik rumah tangga, dan limbah organik dari lingkungan sekitarnya. Sementara pakan buatan dapat dibuat dari berbagai campuran bahan baku hewani dan nabati yang tentunya dengan memperhatikan gizi, sifat, dan jenis ternak yang mengkonsumsi pakan buatgan tersebut. c. Obat-obatan. Dalam budi daya ternak, tentunya juga terkadang tidak pernah lepas dari masalah kesehatan pada hewan ternak tersebut, salah satu kendala yang sering dijumpai yaitu adanya hama dan penyakit yang menghambat laju pertumbuhan hewan ternak tersebut. Maka dari itu, langkah antisipasi masalah tersebut adalah dengan pemberian obat-obatan sesuai dengan dosis yang dinajurkan dan sesuai dengan jenis ternak yang dibudi dayakan. d. Air. Air juga mempunyai peranan penting dalam proses budi daya hewan ternak yang tentunya air tersebut juga memiliki prasyarat tertentu yang wajib untuk dipenuhi agar tidak mengganggu pertumbuhan hewan ternak saat mengkonsumsi air tersebut. Air juga dapat dimanfaatkan untuk menjaga kelembapan kandang ternak atau media hidup pada satwa harapan. e. Kandang ternak. Kandang ternak adalah suatu bidang bangunan yang dibuat dan dimanfaatkan sebagai tempat perlindungan ternak dari pengaruh cuaca buruk, seperti hujan, panas matahari, angin kencang, serta ganggunan lainnya seperti hewan pemangsa. Sesuai dengan jenis ternaknya, hewan ternak memiliki sifat dan kebutuhan kandang yang berbeda-beda. Namun secara umum, persyaratan minimal yang harus dipenuhi dalam proses pembangunan kandang ternak adalah sama. Babarapa syarat minimal tersebut adalah sebagai berikut. Ternak dapat leluasa dalam bergerak dan nyaman didalamnya. Kandang ternak dapat menunjang produkstifitas ternak. Sirkulasi udara pada kandang harus lancar dan memadai. Mudah dibersihkan. Dapat melindungi ternak dari kondisi lingkungan yang ekstrim yang dapat mengganggu kesehatan ternak. Kandang harus mempermudah pengelola ternak dalam mengurus ternak. Kandang yang sehat adalah kandang yang memiliki pembuangan limbah atau kotoran ternak yang layak serta tidak mengganggu lingkungan sekitarnya. Untuk peralaan ternak yang harus dipenuhi adalah, Tempat air minum. Tempat pangan. Timbangan ternak. Sprayer, dan Alat pembersih kotoran ternak. B. Teknik Budi Daya Satwa Hatapan. Pemeliharaan satwa harapan memiliki tujuan yang berbeda beda tergantung pada jenis ternak hatrapan yang hendak untuk dibudi dayakan. teknik yang sangat perlu untuk diperhatikan dalam proses budi daya ternak harapan adalah pemeliharaan kandang, pemilihan bibit unggul, pola pemberian pakan ternak dan pencegahan dari hama penyakit. a. Pemeliharaan kandang. Kandang harus rutin dibersihkan dengan tujuan untuk menjaga kelembapannya minimal dibersihkan sekali dalam satu minggu. hal ini dianggap penting agar pada kandang tidak ditumbuhi jamur atau bakteri penyakit yang tidak diinginkan, termasuk dengan tempat atau wadah pakan yang berada didalam kandang ternak juga harus rutin untuk dibersihkan dari sisa pakan yang menempel. b. Pemilihan Bibit. Bibit ternak adalah hewan ternak yang memiliki sifat unggul dan mewarisi serta memnuhi prasyarat tertentu untuk dikembangbiakkan. Prosedur pemilihan bibit unggul yang baik dapat diketahui dengan melakukan seleksi pada setiap cacatan produksi setiap individu ternak, Penampilan fisik yang sehat, lincah, bentuk tubuh yang bagus, dan tidak cacat. c. Pemberian pakan ternak. Pembarian pakan merupakan faktor utama penentu tingkat produktifitas ternak. Cara pemberian pakannya juga berbeda beda sesuai jenis hewan ternak yang dibudi dayakan, umur ternak dan produktifitas ternaknya. Pemberian pakan ini harus benar-banar diperhatikan jumlah kebutuhannya, waktu penyaiannya dan cara pemberian pakannya. Pakan untuk jangkrik harus memiliki konsentrat dan sayuran. Untuk pakan tambahan konsentrat dapat diberikan dalam bentuk pelet atau juga bekatul yagn dicamourkan dengan sayuran. d. Dalam budi daya satwa harapan seperti jangkrik dan cacing tanah, para peternak harus memperhatikan jenis hama apa saja yang sering mengganggu satwa peliharaan tersebut. Dalam garis besar, ada dua jenis hama yang sering ditemui pada budi daya ternak harapan yaitu a hama kompetitor seperti semut, kutu tanah, dan rayap. b hama predator seperti tikus, kadal, tokek, ayam, dan bebek. Untuk penanganan hama tersebut, terdapat beberapa langkah yang harus diperhatikan yaitu, a. Menjaga kebersihan lingkungan kandang hewan. b. Antisipasi semut dengan kapur semut. c. Antisipasi kadal atau tikus dengan menutup kandang dengan baik dan rapat, dan d. Antisipasi kutu tanah dengan fermentasi media cacing. Itulah ulasan singkat tentang sarana dan peralatan budidaya satwa harapan diatas, semoga ada manfaatnya untuk anda dan terimakasih atas waktu dan kesempatan yang diberikan. Sumber KEMENDIKBUD-RI_Jakarta, Suci Paresti, dkk.