Coulomb dapat diperoleh melalui perkalian arus listrik (Ampere) dengan waktu (detik). Dengan demikian, hubungan antara Faraday, Ampere, dan detik adalah sebagai berikut: Contoh Hukum Faraday pada Elektrolisis. Contoh 1. Arus sebesar 5 Ampere dialirkan selama 1930 detik ke dalam suatu larutan H 2 SO 4 pada elektrolisis. Tentukan:
1. Menuliskan reaksi redoks elektrolisis lelehan/leburan. Anode: terjadi reaksi oksidasi anion. Katode: terjadi reaksi reduksi kation. Aluminium hasil reduksi berupa padatan. Nantinya kita akan menghitung muatan listrik yang diperlukan untuk mengendapkan logam aluminium tersebut pada katode. 2. Mencari rumus yang tepat melalui Hukum Faraday
Aluminium diperoleh melalui elektrolisis lelehan Al 2 O 3 .Massa aluminium yang dapat diperoleh dalam 1 hari (24 jam) dari 1.000 sel dengan arus 10.000 ampere adalah kg. ( A r AI = 27 )
Jadi harus ada proses ekstraksi dari mineral seperti bauksit dan cryolit. Proses produksi aluminium jauh lebih kompleks dan membutuhkan listrik dalam jumlah besar. Untuk itu, smelter aluminium selalu dibangun di sekitar sumber energi listrik. Biasanya pembangkit listrik tenaga air yang tidak mencemari lingkungan. Tapi mari kita mulai dari awal.
Dari hasil pengamatan yang diperoleh, aluminium yang dihasilkan di PT INALUM ternyata sesuai standar grade yang telah ditetapkan, (Al2O3) melalui proses elektrolisis. Dalam proses ini, bahan karbon (C) Proses Hall-Heroult melibatkan pengendapan aluminium secara katodik, dari lelehan kriolit (Na3AlF6) yang mengandung Al2O3 terlarut
1886, diproduksi aluminium dengan proses skala besar seperti sekarang, yaitu melalui elektrolisis alumina di dalam kriolit lebur. tahun 1980, produksi dunia dengan proses ini mencapai 107 ton. Pada proses ini aluminium diperoleh dengan cara katalis aluminium oksida yang dilarutkan dalam leburan kriolit (Na3AlF6).
Tahap pertama adalah pemurnian bauksit sehingga diperoleh aluminium oksida murni (alumina). Aluminium diperoleh dengan elektrolisis lelehan bauksit Al2O3 dalam kriolit cair Na3AlF6 pada proses Hall melalui 2 tahap, yaitu: Pemurnian Al2O3 dari bauksit (alumina) Ke dalam bauksit ditambahkan larutan NaOH pekat sehingga Al2O3 larut, sedangkan zat
2Al(OH)3(s) " Al2O3(s) + 3H2O(g) Selanjutnya pada tahap kedua, redukasi aluminium oksida dilakukan melalui elektrolisis menurut proses Hall-Heroult. Metode elektrolisis itu ditemukan secara terpisah tetapi hampir bersamaan pada tahun 1886 oleh dua orang peneliti muda, yaitu Charles M.Hall di Amerika Serikat dan Paul Heroult di Perancis.
c) Aluminium Aluminium diperoleh dari elektrolisis bauksit yang dilarutkan dalam kriolit cair. Proses ini dikenal dengan proses Hall Heroult. Al2O3 murni dicampur dengan Na3AIF (kriolit) untuk menurunkan titik leleh Al2O3dan bertindak sebagai pelarut untuk pemurnian Al2O3, kemudia dielektrolisis. Reaksi: Al2O3 → Al3+ + O2-
Dalam industri, aluminium diperoleh melalui elektrolisis leburan Al2O3. Apabila pabrik pengolahan aluminium beroperasi selama 8 jam per hari dan arus listrik yang digunakan sebesar 1 x 10^5 A, hitung massa logam aluminium dalam kg yang diproduksi oleh pabrik tersebut setiap bulannya. (Ar Al=27) Sel Elektrolisis Reaksi Redoks dan Sel Elektrokimia
MHlHDYV.